BERITA

Rentetan Ujian Vs Fenomena Ustadz Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur nampaknya masih belum lepas dari berbagai ujian, usai beberapa waktu yang lalu Ustadz Yusuf Mansur dilaporkan seseorang atas dugaan penipuan ke polda jatim. Kini Ustadz Yusuf Mansur kembali mendapat ujian cacian melalui sosial media oleh pemilik akun Muhammad Zazuli yang di viralkan oleh Ary Prasetya.

 

Viral cacian melalui sosial media kepada Ustadz Yusuf Mansur

Cacian untuk Ustadz Yusuf Mansur berawal dari akun facebook yang di viralkan oleh Ary Prasetya yang ditulis oleh Muhammad Zazuli, adapun isi tulisannya kurang lebih seperti ini “ berawal di tahun 1990, dia gagal menjalani kuliah sebab hobi balapan motor. Di tahun 1999, dia masuk tahanan disebabkan bisnis gagal serta ngemplang utang yang gak bisa dibayar.

Di tahun 1998, dia kembali memasuki bui, disebabkan kasus yang serupa. Usai banting stir menjadi seorang ustadz dirinya justru mendapat kesuksesan hingga terkenal. Namun insting bisnis lebih kuat dibanding insting agama, bahkan ceramahnya pun sedekah selalu diembel-embelkan dengan dorongan maupun niat supaya bisa kembalikan 10x lipat.

 

Tahun 2012, dia kembali menawarkan proyek berinvestasi hotel yang ternyata gagal bahkan tak jadi dioperasikan. Ada 2.029 investor telah menyalurkan dana sekitar 24,3 miliyar merasa resah karena dana serta keuntungan yang dijanjikan tak kunjung di dapat. Namun kasus ini selesai entah bagaimana caranya. Tak kapok dengan beberapa kasus poker88 sebelumnya, di tahun 2014, dia kembali membuat investasi condotel Moya Vidi bertempat di Jogja.

 

Perusahaan mengeluarkan sebuah produk PayTren, dirinya menyatakan membeli 200 buah kamar di Condotel tersebut namun belum di bangun, membutuhkan 59.800 sertifikat investasi agar bisa menyelesaikan pembelian 200 buah kamar tersebut. Namun investasi tersebut juga batal karena kekurangan dana, bahkan OJK turut berkomentar mengenai penggalangan dana dari masyarakat yang di akukan olehnya dianggap praktik ilegal.

 

Dan kini, dia harus menghadapi kasus hukum dan informasi terbaru, kabarnya kepolisian telah meningkatkan status hukum dari penyelidikan jadi menyidikan. Jangan mau tertipu pake … ” masih menjadi nasehat relevan, ada mencampur adukan agama dan politik demi mencapai sebuah tujuan. Ada juga yang mencampur agama dan bisnis dengan sebuah tujuan juga. Semoga semua peristiwa ini bisa membuat berpikir secara kritis serta jangan mau ditipu pake… ”. walaupun tulisan dari Muhammad Zazuli tak menyebut nama Ustadz Yusuf Mansur tapi netizen telah bisa menebak.

 

Tanggapan Ustadz Yusuf Mansur atau ujian untuknya

Mengenai ujian yang menimpa dirinya, Ustadz Yusuf Mansur angkat bicara. Ustadz mengunggah unggahan Ary tersebut ke akun instagramnya, dengan caption “benar tapi salah, salah tapi benar. Banyak menulis berdasarkan pembicaraan yang salah dan banyak bicara berdasarkan tulisan yang salah”.

 

Menurutnya, dirinya menikmati salah sangka terhadap dirinya, dirinya juga melanjutkan tulisannya “sebenarnya konsepnya ialah apabila tulisan kita dan pembicaraan kita membuat orang berdosa, maka kita harusnya bertaubat” sambungnya. Beliau mengingatkan bahayanya membuka aib orang lain, kita kerap berbicara aib orang lain. Seakan-akan menyaksikan secara langsung aib tersebut saat kejadian, Ngeri kan ? tau enggak, paham enggak tapi menceritakan seolah-olah benar aib tersebut terjadi. Ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Beliau juga menuliskan bahwa aib yang beliau miliki lebih banyak dibanding dengan aib-aib yang di tulis tersebut. Beliau juga mempertanyakan penulis yang menyuruh beliau taubat, seolah orang tersebut tak memiliki dosa.

19 Sep 2017

Arab Saudi CS Siap Rembugan dengan Qatar Soal Krisis Diplomatik Mereka

Sejak tanggal 5 Juni lalu, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab berselisih dengan Qatar. Dan sekarang, Arab Saudi CS mengatakan bahwa mereka siap, dengan Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, untuk mengadakan pembicaraan dengan Qatar untuk mengatasi krisis diplomatik yang terjadi di antara mereka dalam 2 bulan belakangan ini. namun dialog itu hanya bakal terjadi apabila Doha bersedia memnuhi semua tuntutan yang diminta oleh Arab Saudi dan juga sekutunya selama ini.

Arab Saudi CS Mau Damai Kalau Qatar Memenuhi Tuntutan

Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa, mengatakan pada hari Senin ini (31/7), “Keempat negara sudah siap untuk berdialog bersama dengan Qatar apabila Doha mau dengan tulus menghentikan dukungan dan juga pendanaan terhadap gerakan ekstrimisme dan juga terorisme di kawasan.”

“Qatar juga musti menegaskan komitmennya untuk tidak mencampuri urusan luar negeri dari negara lain dan ditambah lagi harus memenuhi 13 tuntutan lainnya yang sudah pernah diberikan oleh Arab Saudi cs,” tambahnya. Keinginan ini muncul sesudah keempat menlu dari negara tersebut mengadakan pertemuan di Manama, Bahrain, pada hari Minggu kemarin (30/7). Mereka membahas krisis yang sudah meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Di dalam pertemuan tersebut, Arab Saudi juga mengumumkan jika tidak ada sanksi ekonomi yang baru yang akan diterapkan dari Negara Teluk untuk Qatar. Meski demikian, surat kabar Al-Hayat memberitakan bahwa keempat negara TOGEL ONLINE tersebut masih mempertimbangkan “penerapan sanksi yang lainnya secara bertahap yang bakal mempengaruhi ekonomi Qatar.”

Keempat negara tersebut juga meminta pada Qatar untuk mengadopsi “enam prinsip” yang tak dijelaskan secara lebih rinci. Pada tanggal 22 Juni yang lalu, Arab menuntut Qatar kurang lebih 13 hal jika ingin pengucilan ini berakhir. Salah satu dari tuntutan tersebut adalah mengentikan dukungan Doha kepada kelompok Ikhwanul Muslimin dan juga organisasi teroris yang lainnya sampai ke kewajiban menutup kantor berita Al-Jazeera.

Di dalam daftar tersebut, Doha pun dituntut oleh Arab Saudi untuk mengurangi kedekatannya dengan Iran yang mana selama ini adalah rival berat dari Saudi di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, Doha juga diminta untuk menutup basis militer Turki yang ada di Qatar.

Qatar Anggap Tuntutan Keempat Negara Tidak Legal

Akan tetapi, Menlu Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan bahwa Qatar tak pernah menanggapi tuntutan-tuntutan tersebut dengan serius. “Kami siap apabila kami harus bicara dengan Qatar soal implementasi tuntutan dan juga prinsip-prinsip yang sudah diminta, apabila negara itu serius. Namun selama ini jelas lah bahwa Qatar tidaklah serius dengan ini,” ungkapnya dilansir dari Reuters.

Sementara itu, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, Menlu Qatar, menolak permintaan keempat negara tersebut dan ia juga mengatakan bahwa sanksi yang dikenakan kepada negaranya selama krisis diplomatic ini berlangsung merupakan sebuah bentuk pelanggaran hukum internasional. “Tak ada visi yang jelas dari pertemuan Manama kemarin. Cuma da kebijakan keras kepala dari negara-negara yang sudah mengucilkan Qatar dan juga menolak untuk mengakui bahwa tindakan mereka itu tidak legal,” ungkap al-Thani kepada salah satu media.

Sampai saat ini, keempat negara Teluk masihlah saja bersitegang dengan Qatar. Meskipun keempat negara sudah siap bertemu dengan Qatar guna menyelesaikan masalah yang mereka hadapi ini, namun belum tahu apakah hal ini akan terjadi atau tidak. Banyak pihak, terutama dari Qatar, yang dirugikan atas krisis diplomatik ini dan mereka berharap krisis ini segera berakhir.

09 Aug 2017