Arab Saudi CS Siap Rembugan dengan Qatar Soal Krisis Diplomatik Mereka

Sejak tanggal 5 Juni lalu, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab berselisih dengan Qatar. Dan sekarang, Arab Saudi CS mengatakan bahwa mereka siap, dengan Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, untuk mengadakan pembicaraan dengan Qatar untuk mengatasi krisis diplomatik yang terjadi di antara mereka dalam 2 bulan belakangan ini. namun dialog itu hanya bakal terjadi apabila Doha bersedia memnuhi semua tuntutan yang diminta oleh Arab Saudi dan juga sekutunya selama ini.

Arab Saudi CS Mau Damai Kalau Qatar Memenuhi Tuntutan

Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa, mengatakan pada hari Senin ini (31/7), “Keempat negara sudah siap untuk berdialog bersama dengan Qatar apabila Doha mau dengan tulus menghentikan dukungan dan juga pendanaan terhadap gerakan ekstrimisme dan juga terorisme di kawasan.”

“Qatar juga musti menegaskan komitmennya untuk tidak mencampuri urusan luar negeri dari negara lain dan ditambah lagi harus memenuhi 13 tuntutan lainnya yang sudah pernah diberikan oleh Arab Saudi cs,” tambahnya. Keinginan ini muncul sesudah keempat menlu dari negara tersebut mengadakan pertemuan di Manama, Bahrain, pada hari Minggu kemarin (30/7). Mereka membahas krisis yang sudah meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Di dalam pertemuan tersebut, Arab Saudi juga mengumumkan jika tidak ada sanksi ekonomi yang baru yang akan diterapkan dari Negara Teluk untuk Qatar. Meski demikian, surat kabar Al-Hayat memberitakan bahwa keempat negara TOGEL ONLINE tersebut masih mempertimbangkan “penerapan sanksi yang lainnya secara bertahap yang bakal mempengaruhi ekonomi Qatar.”

Keempat negara tersebut juga meminta pada Qatar untuk mengadopsi “enam prinsip” yang tak dijelaskan secara lebih rinci. Pada tanggal 22 Juni yang lalu, Arab menuntut Qatar kurang lebih 13 hal jika ingin pengucilan ini berakhir. Salah satu dari tuntutan tersebut adalah mengentikan dukungan Doha kepada kelompok Ikhwanul Muslimin dan juga organisasi teroris yang lainnya sampai ke kewajiban menutup kantor berita Al-Jazeera.

Di dalam daftar tersebut, Doha pun dituntut oleh Arab Saudi untuk mengurangi kedekatannya dengan Iran yang mana selama ini adalah rival berat dari Saudi di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, Doha juga diminta untuk menutup basis militer Turki yang ada di Qatar.

Qatar Anggap Tuntutan Keempat Negara Tidak Legal

Akan tetapi, Menlu Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan bahwa Qatar tak pernah menanggapi tuntutan-tuntutan tersebut dengan serius. “Kami siap apabila kami harus bicara dengan Qatar soal implementasi tuntutan dan juga prinsip-prinsip yang sudah diminta, apabila negara itu serius. Namun selama ini jelas lah bahwa Qatar tidaklah serius dengan ini,” ungkapnya dilansir dari Reuters.

Sementara itu, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, Menlu Qatar, menolak permintaan keempat negara tersebut dan ia juga mengatakan bahwa sanksi yang dikenakan kepada negaranya selama krisis diplomatic ini berlangsung merupakan sebuah bentuk pelanggaran hukum internasional. “Tak ada visi yang jelas dari pertemuan Manama kemarin. Cuma da kebijakan keras kepala dari negara-negara yang sudah mengucilkan Qatar dan juga menolak untuk mengakui bahwa tindakan mereka itu tidak legal,” ungkap al-Thani kepada salah satu media.

Sampai saat ini, keempat negara Teluk masihlah saja bersitegang dengan Qatar. Meskipun keempat negara sudah siap bertemu dengan Qatar guna menyelesaikan masalah yang mereka hadapi ini, namun belum tahu apakah hal ini akan terjadi atau tidak. Banyak pihak, terutama dari Qatar, yang dirugikan atas krisis diplomatik ini dan mereka berharap krisis ini segera berakhir.